Diarrhea and How to Treat It

Diare ditandai dengan tinja yang encer dan meningkatnya frekuensi BAB. Kadang-kadang juga disertai demam. Meskipun kebiasaan BAB untuk setiap orang bisa berbeda, namun BAB > 3x sehari dapat dianggap tidak normal. Diare dapat terjadi karena makanan atau sisa makanan bergerak terlalu cepat di usus kecil / besar; sehingga tubuh belum sempat menyerap sebagian besar air.
Tanda dan gejala umum pada diare adalah
1. Tinja berair
2. Mual dan muntah
3. Kembung di perut
4. Nyeri pada perut
Namun pada diare yang serius memiliki gejala seperti :
1. Terdapat darah, lendir dan makanan yang tidak tercerna pada tinja.
2. Berat badan menurun.
3. Demam.
Beberapa penyebab diare adalah sebagai berikut
1. Infeksi virus : novovirus, rotavirus.
2. Infeksi bakteri : Salmonella, Shigella atau E.coli.
3. Infeksi parasit : Gardia Lamblia, Entamoeba histolytica.
4. Alergi makanan
5. Intoleransi laktosa (susu)
6. Antibiotic: ampisillin, amoksisillin, cefixime.
7. Pemanis buatan: sorbitol atau manitol yang terdapat pada permen karet dan berbagai produk bebas gula.
Secara umum obat diare mempunyai aturan minum yang khas: diminum setiap kali sehabis BAB. Penanganan diare ringan dapat menggunakan obat yang mengandung bahan aktif attapulgite ataupun loperamide. Attapulgite adalah bahan aktif yang dapat digunakan untuk mengatasi diare yang berfungsi sebagai adsorben yang membantu tubuh untuk menyerap racun yang menyebabkan diare. Loperamid adalah bahan aktif yang bekerja dengan cara memperlambat gerakan usus sehingga mengurangi frekuensi buang air besar dan memperbaiki tekstur dari tinja. Mintalah saran apoteker di apotek mengenai aturan pakai dan cara penyimpanan obat tersebut.
Sedangkan diare yang disebabkan oleh infeksi bakteri perlu ditangani dengan antibiotik, khususnya jika setelah pengobatan dengan adsorbent selama 24 jam tidak memberikan hasil sesuai yang diharapkan, atau penderita merasa lemas meskipun sudah meminum adsorben beberapa kali karena terlalu banyak cairan yang terbuang bersama BAB. Antibiotic dapat diberikan bersama dengan Loperamide. Karena penyebab utama diare adalah E.coli, Salmonella dan Shigella – baik pada kasus keracunan makanan atau pada traveler’s diarrhea – maka antibiotik yang diberikan harus efektif untuk ketiga bakteri tersebut.
Selama diare tentu terdapat beberapa makanan dan minuman perlu menjadi perhatian yaitu
 Hindari untuk sementara kopi, coklat, susu dan produk susu, makanan pedas atau berbumbu karena akan membuat gerak peristaltik usus menjadi lebih cepat.
 Minum teh pahit atau teh chamomile jika diare disertai mual.
 Makan makanan yang netral, misal: sup jagung, crackers, bubur, kentang atau pisang.
 Untuk mengembalikan keseimbangan elektrolit yang mungkin hilang akibat diare minum cairan eletrolit seperti Pedialyte, khususnya untuk anak-anak.
Tujuan : mencegah gejala dehidrasi, yang ditandai dengan:
1. Mulut kering atau menangis tanpa air mata.
2. Tidak buang air kecil dalam waktu 3 – 4 jam
3. Mengantuk terus-menerus atau tidak responsive sebagaimana mestinya
Mitos dan Fakta
1. Mitos : Dehidrasi adalah resiko yang serius.
Yang berbahaya saat diare bukanlah konsistensinya yang cair tetapi jumlah cairan yang keluar karena dapat menyebabkan kekurangan cairan. Segera ganti cairan yang hilang setelah buang air besar dengan jumlah cairan yang cukup.
2. Mitos : Diare harus selalu minum obat.
Diare seringkali tidak memerlukan obat. Yang dibutuhkan ketika diare adalah cairan karena kekurangan cairan merupakan hal berbahaya dan penyebab diareterbanyak adalah virus yang bisa sembuh sendiri. Pencegahan dehidrasi adalah pemberian cairan. Bila sudah ada tanda-tanda dehidrasi maka segerlaag mengkonsumsi cairan yang mengandung elektrolit.
3. Mitos : Suplemen bisa mencegah atau memperpendek masa diare.
Beberapa penelitian menunjukkan suplemen zik atau zat seng bermanfaat untuk memperbaiki dinding slauran cerna. Kekurangan zat ini dapat menyebabkan anak mudah terkena infeksi salh satunya diare. Bahkan suplemen zink dapat memperbaiki gejala diare ringan dan sedang.

Sumber :
http://www.webmd.com/drugs/2/drug-4789-4025/loperamide-oral/loperamide—oral/details#precautions
http://www.webmd.com/digestive-disorders/digestive-diseases-diarrhea
https://www.drugs.com/cdi/attapulgite.html

Mitos Fakta Seputar Diare

Leave a Reply